Berita kriminal jambi, Lowongan kerja jambi

News - Warga Sarolangun Juga Ancam Tutup Jalur Angkutan Batubara

Sarolangun
  • 13 August 2018
  • 302 views

Polemik angkutan batubara yang kini banyak menuai protes masyarakat dan pengguna jalan, juga meluas hingga ke daerah. Seperti di Sarolangun, masyarakat Kecamatan Mandiangin, yang notabene di daerah ini tempat keluar masuknya mobil angkutan batubara dari sejumlah perusahan tambang, juga mengeluarkan ancaman.

Seperti yang disampaikan Asmara dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forpera. Mereka juga mengutuk aktivitas angkutan batubara yang selama ini sudah melanggar aturan yang ada sebagaimana yang diatur oleh Pemerintah Provinsi melalui Peraturan daerah (Perda) Nomor 13 thn 2013 tentang angkutan batubara serta peraturan Gubernur Jambi serta diperkuat dengan Peraturan bupati Sarolangun Nomor 10 tahun 2013 yang mengatur tentang tata cara pengangkutan batubara dari mulut tambang.

“Tidak hanya masyarakat perlintasan batubara arah ke Jambi saja, kami yang berada di kawasan tambang juga memprotes pelanggaran yang terjadi terhadap angkutan batubara yang tidak mengikuti ketentuan,” kata Asmara, Minggu (12/8).

Dalam aturan angkutan batubara baik itu menggunakan mobil truck dan mobil tronton, muatan yang harus mereka bawa sudah dibatasi yakni mobil truck PS 7 ton, mobil truck tronton 13 ton dan begitu pula tata cara membawanya saat di jalan raya dengan menutup bak truck tersebut dengan tarpal.

“Kenyataannya mobil PS muatannya 13 ton dan tronton sampai 35 ton dan tidak ditutup dengan tarpal hingga batubara berserakan di jalan,” tambahnya.

Untuk jam melintas angkutan batubara, Asmara dan masyarakat setempat juga akui, kalau angkutan juga sudah melanggar waktu yang sudah ditentukan. Harusnya mobil angkutan diperbolehkan keluar dari mulut tambang di atas pukul 16.00 Wib.

“Kami kasih waktu satu Minggu ke depan. Kami minta instansi terkait menegakkan aturan yang ada. Kalau tidak ditertibkan kami akan melakukan aksi di pusat kota Kecamatan Mandiangin. Kami akan lakukan penutupan jalan sampai para pemegang DO Batubara mengikuti aturan,” tegas Asmara.

Untuk diketahui, adanya protes terhadap angkutan batubara ini lantaran banyaknya terjadi kecelakaan lalu-lintas. Terjadi kemacetan jalan dan adanya oknum angkutan batubara yang membawa mobil ugal-uggalan.

Selain itu, angkutan yang tidak mengikuti tata cara juga membuat pencemaran lingkungan di sepanjang jalan banyak ditemui batu bara yang berserakan dan juga ada yang sengaja dibuang.





Sumber artikel https://metrojambi.com/read/2018/08/13/34419/warga-sarolangun-juga-ancam-tutup-jalur-angkutan-batuba...